Ada Apa Dengan Kesulitan Belajar….?


“ ADA APA DENGAN KESULITAN BELAJAR ..? “

Oleh : Alex Emdi

Dengan membaca judulnya, sepertinya sudah terbayang di pikiran kita berbagai jawaban, jelas tentunya berdasarkan pengalaman kita. Hal tersebut dapat terjadi karena kita seorang pendidik ( Guru, maksudnya ). Terlebih lagi kita sebagai guru yang sudah makan garam dalam dunia pendidikan selama puluhan tahun.

Memang kita dapat menjawabnya berdasarkan pengalaman kita sebagai guru, tapi kadang kala jawaban tadi kurang mendasar, tahap implementasinya hanya sebatas kulitnya saja. Contohnya, kita hanya bisa ngomel kepada siswa, kita banyak nasihat, kita banyak menegur , kenapa kamu tidak belajar serius, dan sebagainya dan sebagainya, tanpa kita menganalisa lebih jauh, kenapa dapat terjadi seperti itu ? Kadang kala kita sepertinya lebih banyak tahu untuk way out nya.

Ada empat hal yang harus kita ketahui mengenai kesulitan belajar yaitu :

1. Pengertian kesulitan belajar.

2. Perkiraan prevalensi anak kesulitan belajar.

3. Kasilfikasi kesulitan belajar

4. Penyebab kesulitan belajar.

Kita akan bahas satu persatu hal-hal yang diatas tadi.

1. Pengertian kesulitan belajar.

Kesulitan belajar adalah ketidakmampuan belajar , istilah kata yakni disfungsi otak minimal ada yang lain lagi istilahnya yakni gannguan neurologist .

Defenisi yang dikutip dari Hallahan, Kauffman, dan Lloyd ( 1985 : 14 ) :

Kesulitan belajar khusus adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih proses psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ujaran atau tulisan. Gangguan tersebut mungkin menampakkan diri dalam bentuk kesulitan mendengarkan , berpikir , berbicara, membaca, menulis, mengeja , atau berhitung. Batasan tersebut mencakup kondisi-kondisi seperti gannguan perseptual, luka pada otak, disleksia, dan afasia perkembangan. Batasan tersebut tidak mencakup anak-anak yang memiliki problema belajar yang penyebab utamanya berasal dari adanya hambatan dalam penglihatan, pendengaran, atau motorik, hambatan karena tunagrahita, karena gangguan emosional, atau karena kemiskinan lingkungan, budaya, atau ekonomi.

Bagaimana pendapat anda ? Apakah anda setuju dengan penjelasan di atas tadi ? Sekarang coba bandingkan dengan defenisi dari The National Joint Committee for Learning disabilitis ( NJCLDN ) :

Kesulitan belajar menunjuk pada sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengarkan, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang studi matematika. Gangguan tersebut intrinsic dan diduga disebabkan oleh adanya disfungsi system saraf pusat.Meskipun suatu kesulitan belajar mungkin terjadi bersamaan dengan adanya kondisi lain yang mengganggu ( misalnya gangguan sensoris, tunagrahita, hambatan sosial dan emosional ) atau berbagai pengaruh lingkingan ( misalnya perbedaan budaya , pembelajaran yang tidak tepat, faktor-faktor psikogenik ), berbagai hambatan tersebut bukan penyebab atau pengaruh langsung.

Semakin jelas bukan ? Kalau kita bertanya kepada teman sesama guru , jarang kita dengar teman guru menganalisa kepada diri sendiri, selalu anak yang menjadi topic sentral masalah.

Banyak penyebabnya siswa kesulitan belajar, faktornya banyak,. Kita belajar ke arah tersebut tahap demi tahap, secara keseluruhan dapat kita implementasikan untuk tugas kita sebagai guru.

Yovan P.Putra ( 2008 : 55 ) menjelaskan :

Adalah sangat penting bagi pengajar untuk menciptakan atmosfer di mana kesalahan dianggap sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses belajar dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan, tanpa memberikan stigma sebagai seorang yang gagal.Kegagalan sebenarnya hanyalah konsep pikiran sadar yang mengarah pada kesadaran pribadi untuk menarik diri dari situasi yang beresiko.

Hal ini dapat diartikan sebagai pengurangan frekwensi pengujian ( yang memberikan efek tekanan mental ) atau pun kompetisi.Sebaliknya , lebih memfokuskan pada pembelajaran, eksprimen, atau bermain sambil belajar.Para penagajar akan lebih baik jika memfokuskan perhatian pada berbagai keberhasilan, peningkatan atau berbagai hal, baik yang dilakukan individu dibandingkan mencari berbagai kesalahan.

2.Perkiraan Prevalensi Kesuliatan Anak Belajar.

Prevalensi adalah persentase jumlah anak kesulitan belajar terhadap kelompok seusiannya . Hallahan, Kauffman & Lloyd ( 1985 : 15 ) mengatakan 1% sampai 30%, Lovitt ( 1989 : 17 ) mengatakan 2% sampai 30%, dan penelitian yang dilakukan terhadap 3.215 siswa dari Kelas Satu sampai Kelas Enam SD DKI Jakarta terdapat prevalensi 16,52%.

Kita lihat angka prevalensi tersebut sebenarnya kecil, artinya bila ditangani sungguh-sungguh dengan kerjasama yang baik antar guru, kita punya bahasa yang satu , yakin anak yang mengalami kesulitan belajar pasti tertangani dengan serius dan baik, sumpah mati anak merasa diperhatikan, tentunya anak merasa senang .

3. Klasifikasi kesulitan Anak Belajar.

Dr. Mulyono Abdurrahman ( 2003 : 11 ) mengatakan secara garis besar kesuliatan belajar dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok yakni :

1. Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan.

Hal ini mencakup gangguan motorik dan persepsi, bahasa dan komunikasi, dan dalam penyesuaian sosial.

2. Kesulitan belajar akademik .

Kessulitan belajar akademik menunjuk pada adanya kegagalan-kegagalan pencapaian prestasi akademik sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. Kegagalan-kegagalan tersebut mencakup penguasaan ketrampilan dalam membaca, menulis, dan/atau matematika.

Kadang kala dua faktor di atas sulit juga kita mengukurnya, ada anak dalam motorik terganggu tetapi akademiknya berhasil, atau sebaliknya. Hal tersebut membuat kita semakin jelas mengetahui klasifikasinya .

Dilanjutkan lagi Dr.Mulyono Abdurrahman ( 2003 : 11 ) mengatakan :

Salah satu kemampuan dasar yang umumnya dipandang paling penting dalam kegiatan belajar adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian atau yang sering disebut perhatian selektif. Perhatian selektif adalah kemampuan untuk memilih salah satu di antara sejumlah rangsangan seperti rangsangan auditif , taktil, visual, dan koinestetik yang mengenai manusia setiap saat.

Ross ( 1976 : 60 ) menjelaskan :

Perhatian selektif membantu manusia jumlah rangsangan yang perlu diproses pada suatu waktu tertentu. Jika seorang akan memperhatikan dan bereaksi terhadap banyak rangsangan, maka anak semacam itu dipandang sebagai anak yang tertanggu perhatiannya. Kesulitan belajar banyak disebabkan oleh gangguan perkembangan dari penggunaan dan mempertahankan perhatian selektif.

3. Penyebab Kesulitan Belajar.

Dr. Mulyono Abdurrahman mengatakan :

Prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor Yakni : Internal dan Eksternal.

Faktor Internal, yaitu kemungkinan adanya disfungsi neurologis , sedangkan penyebab utama problema belajar adalah faktor eksternal, yaitu antara lain berupa strategi pembelajaran yang keliru, pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar anak, dan pemberian ulangan penguatan.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi faktor neurologis yakni :

1. Faktor genetik

2. Luka pada otak ( kekurangan Oksigen )

3. Faktor Biokimia

4. Pencemaran Lingkungan

5. Gizi yang tidak memadai ( Nutrisi )

6. Pengaruh psikologis dan sosial yang merugikan anak.

Kesimpulan :

Kesulitan belajar dapat kita kenali melalui tiori dan pengamatan yang telah dipaparkan di atas. Nah bagaimana mengenai penanganannya tergantung si anak tersebut masuk kelompok mana, kita kenali lalu tentunya tindakan selanjutnya dapat kita laksanakan dengan tepat dan sebaik-baiknya.

Daftar Pustaka

1. Hallhan, D.F. , : Kauffman, J.M. ; & Lloyd, J.W. 1985. Introduction to Learning Disabilitis. Prentice-Hall Inc : New Jersey .

2. Mulyono Abdurrahman Dr. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. PT Rineka Cipta: Jakarta.

3. Ross, A.D. 1976. Psychological Aspects of Learning Disabilitis and Reading Disordes.Mc Graw-Hill : New York

4. Yovan P.Putra .2008 . Memori Dan Pembelajaran Efektif . CV Yrama Widya :

5. Wasty Soemanto M.Pd Drs.2006. Psikologi Pendidikan. PT Rineka Cipta : Jakarta.

oooo00oooo

4 thoughts on “Ada Apa Dengan Kesulitan Belajar….?

  1. Terima kasih banyak Ibu Alifia…selamat pagi untuk ibu di sana. Semoga tulisan aku bermanfaat untuk tugas dalam karya Ibu di tengah-tengah siswa-siswinya.

  2. Berkesullitan belajar faktor kendalanya dari dalam manusianya, sedangkan problem belajar kebanyakan faktor kendalanya dari luar manusianya. Demikian Bro Ahmad..terima kasih atas kunjungannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s