” SUPERVISI ? SIAPA TAKUT…….!!!!! “


“ SUPERVISI ? SIAPA TAKUT …… !!!!! “

( Fakta Lapangan )

Sebelum kita berbicara jauh mengenai supervisi, kita sepakati dulu arti sesungguhnya supervisi itu apa sih ? Supervisi menurut KBBI adalah : Pengawasan, pengontrolan ( 2002 : 1107 ).

Pengawasan disini artinya untuk melihat langsung secara utuh bagaimana proses belajar mengajar oleh seorang guru di dalam kelas. Melihat langsung artinya Pimpinan terlibat langsung di dalam kelas bukanlah sekilas saja melihat dari luar kelas.


Ibarat sebuah atom yang di dalamnya ada muatan positip dan negatip, dimana muatan negatip harus selalu berimbang dengan muatan positip. Maksudnya apa..? Agar muatan negatip tersebut tidak berpindah ke atom benda lain, yang mengakibatkan atom tersebut tidak netral.

Apa kaitanya ibarat tersebut dengan cerita kita di atas , yakni agar sesuatu yang baik / ideal tetap berjalan pada jalur yang benar, dikondisikan sedemikian rupa sehingga kinerja guru tetap pada posisinya bahkan perlu ditingkatan atau dikembangkan.

Dalam Total Quality Manajemen, qontrol yang terus menerus ( Monitoring ) dilakukan agar ada selalu perbaikan-perbaikan disana-sini sehingga arah tujuan, target, sasaran dapat jelas dicapai . Dalam bahasa manajemennya POAC harus kelihatan sinerji.

. Karena Supervisi tersebut ada dua bagian Yakni : Supervisi Manajerial dan Supervisi Klinis.Maka pembicaraan kita kali ini dibatasi pada supervisi klinis Guru Bidang Studi , sifatnya pengawasan secara klinis terhadap kegiatan KBM oleh guru pada saat PBM berlangsung. Jadi membantu Guru untuk lebih baik, berkembang lagi dari sebelumnya. Supervisi klinis ini bukanlah sifatnya mencari-cari kesalahan yang dilakukan oleh Guru di dalam KBM ataupun dalam PBM.Jelasnya supervise klinis dilakukan secara konstruktif.

Ah…..kita kembali ke topik pembicaran kita yaitu : Supervisi Klinis. Kenyataan di lapangan banyak Guru agak keberatan bila disupervisi . Kenyataan juga di lapangan banyak Kepala sekolah yang kadang lupa melaksanakan supervisi dalam satu tahun pelajaran ( Kenapa bisa Ya….wah..wah ). Padahal dalam satu tahun pelajaran minimal dua kali seorang Kepala Sekolah melakukan supervisi. Kita tak perlu membahas kenapa itu dapat terjadi…yang jelas ada lupa ada yang keberatan hehe.. Kenyataan lagi, banyak guru yang ingin sering disupervisi. Ini yang perlu kita ketahui secara jauh, kenapa bisa seperti itu..? Kelompok Guru ini mengatakan bahwa supervisi ini sering dilakukan karena : Supervisi Klinis itu adalah untuk mengetahui :

1. Administarsi Guru : Program Smr ; Program Tahunan ; RPP ; Daftar Nilai Siswa ; Agenda Guru .

2. Pendahuluan KBM : Presensi siswa ; Kebersihan Kelas ; Kesiapan siswa untuk belajar, Kesiapan alat bantu, Kesiapan bahan ajar. Apersepsi ; Pre Test ; Penyampaian Pokok Bahasan kepada siswa ; Apa yang diperoleh siswa setelah mempelajari Poko Bahasan tersebut, Memotivasi siswa.

3. Kegiatan Inti : Menunjukkan penguasaan materi ; Penjelasan yang bagus ; Metode ; Penguasaan Kelas ; Mengajar secara sistimatis ; Partisipasi aktif siswa dalam belajar ; Penilaian proses siswa ; Sumber belajar ( Perpustakaan , Internet )

4. Penutup : Membuat rangkuman bersama siswa ; Post Test ; Cuplikan bahan ajar untuk pertemuan selanjutnya ; Tugas kepada siswa.

Nah jelas supervisi klinis dilakukan tidak semata hanya menyangkut posedur di atas, tetapi juga melihat bagaimana perkembangan yang terjadi pada seseorang guru dari tahun ke tahun.  Sekarang kembali lagi ke diri kita, refleksi sejenak, kalau ada guru merasa berat untuk di supervisi itu artinya :

1. Guru tersebut merasa apa yang dia lakukan selama ini tidak sesuai standar ( harusnya  melebihi standar )  sehingga guru tersebut takut ketahuan ( O’OOOOOO…kamu ketahuan….).

2. Guru tersebut tidak mau berkembang lagi, statis, karena sudah mapan (maaf..biasanya guru-guru yang senior ..komentarnya paling ke itu-itu lagi…biasa panas-panas tahi ayam, kena angin dingin lagi ( dasar……!!!!!!!! )

Setelah membaca penjelasan diatas apakah seorang guru pantas berkata : Supervisi ? Siapa takut …….

By : Alex Emdi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s