” Sertifikasi Guru Yang Mengesankan “


image008Pada hari Jumat, 8 Nopember 2008 sekitar siang hari saya mendapat telepon dari seorang teman  ( Tangerang  ), menjelaskan bahwa  saya mendapat kesempatan  mengikuti PLPG Sertifikasi Guru Matematika  SMP se Provinsi Banten di Rangkas Bitung. Sertifikasi tersebut dibuka Senin, 10 Nopember 2008 pada pukul 20.00 WIB dan Chek In pada pukul 16.00 WIB ( Pelatihan mulai 10 – 17 Nopember 2008 ).


Teman tersebut meminta Saya untuk datang ke DInas Pendidikan Kabupaten Tangerang guna melihat persyaratan lain yang harus disiapkan, namun karena saya sudah bertugas di daerah Jakarta, akhirnya saya tidak dapat pergi ke kantor Dinas tersebut.

Hari Senin, 10 Nopember 2008 saya minta ijin untuk mengikuti pelatihan tersebut atasan saya langsung menyetujui untuk saya mengikutinya, kemudian mengikuti prosedur yang ada saya  harus bertemu dengan biro-biro yang terkait untuk pamit lima hari tidak bertugas di unit  ( karena saya termasuk pejabat struktural , jadi banyak tugas yang harus selesaikan ), yang intinya saya diijinkan untuk mengikuti sertifikasi tersebut.

Senin, 10 Npember 2008 tepat pada pukul 14.30 WIB saya putuskan berangkat ke Rangkas Bitung ( dengan keterbatasan dana yang ada ) dengan mengenderai sepeda motor Yupiter MX  . Saya sudah memakai jaket hujan dan sepatu hujan ( sepatu khusus hujan ) , karena langit sudah sangat gelap pertanda hujan sebentar akan turun. Benar…tepatnya di pertigaan Gajah Tunggal yang mengarah ke Hasi saya sudah disambut hujan yang sangat lebat.

Perjalanan berlanjut terus, hujan pun  sepertinya masih senang mengguyur saya dan motor , akhirnya saya sudah sampai di cikande, hujan semakin lebat  saja kemudian  saya berbelok ke kiri arah ke Rangkas bitung. Saya melihat ke plang penujuk jalan tertera Rangkas bitung 15 km, saya sedikit gembira karena perjalan semakin dekat ( saya sudah menanyakan ke teman ,dari pertigaan tadi ke Rangkas Bitung ada 30-an km ),  tidak seperti penjelasan teman saya, pikir saya saat itu. Kenapa saya gembira ?  Itu artinya  dalam bebrapa menit lagi saya tidak terkena hujan lagi sebab  mulai dari pertigaan Gajah Tunggal sampai ke pertigaan Cikande tersebut, sepanjang jalan saya diguyur hujan terus.

Motor saya percepat agar cepat  sampai ke tujuan, saya melihat ke spido meter ternyata sudah 15 km lebih, lo….kok gak ada tanda-tanda perkotaan  ? Saya bertanya ke sorang Bapak yang sedang bermotor..walah jawabannya membuat saya  kaget…si Bapak bilang ” Ada 12 km lagi ke Rangkas Bitung .”  Saya mulai  merasa kesal juga dengan petunjuk jalan tadi lalu kebayang apa yang dikatakan oleh teman saya yah….kira-kira 30-an km…waduh….

Saya melihat lagi ke spido meter sudah ada 12 km perjalanan, tanda-tanda kota jauh dari pengharapan. Ada  sudah 27 km saya lalui, jalanan banyak yang rusak, berlobang, jalannya terbongkar, ada jalanan yang sampai seperti kubangan kerbau ( maaf…ini kenyataan ), motor saya masuk ke lobang tersebut sampai setengan linkaran roda motor . Saya kembali bertanya ke seorang pemuda yang sedang berjalan di pinggir jalan, jawabannya ” Pak ada 11 km lagi……ke Rangkas Bitung .” Ampunnnnnnnn……..Mana hujan masih juga . Tiba di pom bensin saya isi bensin motor, kemudian melanjutkan perjalanan dan akhirnya saya sampai juga di Rangkas Bitung tepatnya di LPMP Rangkas Bitung Prov.Banten. Jadi dari Tagerang sampai ke Rangkas Bitung saya terus terguyur hujan, saat itu jam menunjukkan tepat pukul 16.30  WIB. Ternyata luar dalam sudah basah oleh air hujan…gak apa-apalah sudah sampai ini.

EEEEEEEEE……panitia  bilang untuk sertifikasi guru SMP  di Pandeglang…wehhhhhhhhhhh, saya buka surat tugas yang dari dinas, eeeeeeeee……saya yang  ternyata salah …di surat terbut sudah jelas dikatakan di Pandeglang. Panitia berinisiatif baik, motor ditinggal di Rangkas Bitung selama delapan hari , dan ada beberapa orang ,yang sama denga saya yakni bermotor dari Tangerang  ( Salah satu yakni Pak Tri dari SMP Dasana Indah – Bonang Tangerang ) , kami diantar ke Pandeglang, ke Badan Diklat Prov.Banten Karang tanjung – Pandeglang. Kami diantar pukul 18.30 WIB sampai di Pandeglang Pukul 19.00 WIB, langsung pembukaan. Kami tanpa berganti pakaian langsung ikut pembukaan. Selesai pembukaan kami berkenalan, dan kemudian menetukan siapa ketua kelas..terpilih Bp.Mukhasin dari SMP Islamic Village.

Pukul 20.00 WIB pembukaan usai, kami ada lima orang yang diantar tadi bertemu dengan panitia setempat , meminta konsumsi malam kami, tapi apa nyana  panitia malah bilang ..” Bapak sih kemalaman , jadi konsumsi Bapak – Ibu sudah tidak ada lagi.” Keterlaluan ……belum tahu masalah ngomong seenaknya…panitia yang di Rangkas meyanggupi kami diantar pukul 17.00 WIB, kenyataannya pukul 18.30 WIB lebih malah…dengan terpaksa kami beli konsumsi sendiri   malam itu.

Selasa, 11 Nopember 2008 pelajaran sertifikasi dimulai, kesan pertama sangat mengesankan…itu yang saya dapatkan…ternyata  betul suasana yang saya rasakan sampaik detik terkhir pelatihan sungguh suasana yang sangat mengesankan,  saya di tempatkan di Kelas 3 ( Grup 3 ). Teman – teman  saya  :

  • Ismiati                 ( SMP N2 Pondok Aren Ciledug )
  • Ali Munir             ( SMP  N1  Pamulang )
  • Eti Murniati          (   idem      )
  • Zahratul Jannah   ( idem )
  • Sugiyanti             ( SMP N1 Ciputat )
  • Tri Yuniarto         ( SMP Dasana Indah – Bonang Tangerang )
  • Tri Rini Suprihatin ( SMP Pembangunan Jaya )
  • Oom                    ( SMP Djojoredjo )
  • Tatang  Setiawan ( SMP Muhamadyah 17 Cipitat )
  • Mukhasin            ( SMP  Islamic Village )
  • F.Kun Isnariati     ( SMP Ricci II Bintaro )
  • Tarso Sutarsono  ( SMP PGRI 1 Ciputat )
  • Kiwa                    (  idem )
  • Bambang Widada ( SMP Al Amanah )
  • Hayin Imroniati   (  idem )
  • Budi Wibowo       ( SMP Al Azhar BSD )
  • Mukija                ( SMP Darussalam )
  • Suharyoko           ( SMP Citra Islami )
  • Adelina Senda     ( SMP Binong Permai Tangerang )
  • Johanis Watratan ( Idem )
  • Rosita Sihombing ( SMP Dhjarma Bhakti Cisoka )
  • Furkoni                 ( SMP Alfa – Sanah )
  • Hilaliyah               ( SMP Dharma Karya – Pondok Cabe )
  • Aminah                 ( SMP Paramarta )
  • Endang Sri             ( SMP PGRI Serpong )
  • Albertus Jati Y.      ( SMP Strada Bhakti Mulia )
  • Tatik Yuniatun      ( SMP Korpri 01 Serpong )
  • Aat Jatnika            ( SMP N1 Pandeglang )
  • Slamet Istiarno      (   idem    )
  • Rusmaman Dharmawijaya ( Idem )
  • Sri Utami               ( Idem )
  • Moh.Suyatim         ( Idem )
  • Edy Hidayat           ( Idem )

Dosen yang membimbing kami semua dari UIN Jakarta :

  • Ibu Lia Kurniawati
  • Ibu Maifalinda
  • Ibu Gelar
  • Bapak Kadir
  • Bapak Otong Sugiarto
  • Bapak Abdul Muin

Semua dosen sungguh menguasai materinya, sehingga kami semua senang mengikuti pelatihan ini. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 – 21.00 WIB, istirahat saat snack pagi, makan siang, snack sore, magrib. Saat snack istirahat selama 30 menit yang lainnya istirahat selama 60 menit. Kegiatan tersebut berlangsung dari hari Selasa sampai hari Sabtu. Hari Minggu masih melanjutkan peer teaching.

Pada saat peer teaching pada hari Sabtu, saya meminta tampil pertama untuk presentasi. Waduh….ampun deh, walaupun sudah usia begini kalau sudah begini rasanya dug-dugan juga , waktu yang disiapkan hanya 20 menit. Pada saat tampil wah…banyak pertanyaan yang muncul, dengan kata lain apersepsinya terlalu  lama, padahal saat menampilkan materi yang sebenarnya waktu hanya tersisa 5 menit saja ( Saat itu saya mau menampilkan bagaimana mendaapatkan rumus luas permukaan bola dengan menggunakan ms.power point ), jadi singkat cerita peer teaching saya mendapatkan hasil yang tidak baik. Hasil peer teaching teman-teman yang lain mendapatkan hasil yang baik, karena mereka belajar dari apa yang saya alami.

Pelatihan selesai pukul 21.00 WIB, waktu yang tersisa menjelang tidur kami sempatkan jalan-jalan ke kota Pandeglang sampai ke alun-alunnya, hmmm..kota Pandeglang cukup bersih…hanya saja ada orang-orang yang belum merasa itu adalah kotanya sehingga membuang sampah sembarangan. Di alun-alun orang-orang berkelompok, ada kumpulan cowok, kumpulan cewek, anak-anak, dan orang tua, rupa-rupanya di kota ini muda-mudi tidak sembarang bergandengan , ada tata kramanya.

Kami juga sempat makan dekat  pasar, hmmm…bayarannya sungguh lumayan murah, dibandingkan kalau kita makan di daerah Jakarta. Kota ini sungguh tenang, lumayan juga untuk suatu waktu pergi lagi kesini untuk berwisata.

Hari Senin, 17 Nopember 2008, kami semua menjalani test dan berakhir pukul 11.00 WIB. Usai test kami langsung pulang pada pukul 11.30 WIB. ( Tanpa mendapat transport , karena panitia mengatakan bahwa dana yang ada semuanya dikelola untuk akomodasi selama pelatihan di Badan Diklat  Prov.Banten Karang Tanjung-Pandeglang ). Saat bubaran dari test, kami tidak lagi sempat bersalaman satu dengan lainnya, langsung membubarkan diri ( Panitia tidak mempersiapkan pembubarannya ). Saya sedikit haru juga, wah…teman -teman tidak sempat saya salami, sudah langsung bubar, delapan hari bersama,tiba-tiba harus berpisah,muncul rasa kangen tiba-tiba…aku berpikir..inilah hukum alam, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan..aku coba menghibur diri.

Saya diantar kembali ke Rangkas Bitung untuk mengambil motor, kenderaan saya pulang ke Tangerang. Tepat pukul 13.00 WIB saya, pak Tri dari Bonang, Pak Albertus Jati dari Tangerang juga , semuanya bermotor pulang ke Tangerang memalui Lebak, Cisoka,Bala Raja, akhirnya saya sampai di rumah pukul 14.30 WIB. Kali ini melalui jalur Lebak hanya sekitar 63 km, dibandingkan awal perjalanan pada saat pergi yakni sekitar 80-an km.

Kesan yang saya dapat selama mengikuti pelatihan adalah saya mendapat pengetahuan baru yakni : Pelajaran Lesson Study, yang ke dua sedikit banyak mengenal Kota Pandeglang,  yang ke tiga  saya temannya bertambah sebanyak 31 orang, yang ke empat tak kalah pentingnya adalah peta kekuatan pendidikan dan sdm guru-guru kita se provinsi Banten. Mengenai tempat penginapan, yah relatif baguslah, ada ac, satu kamar mandi, satu kamar tiga tempat tidur diisi empat orang. Mengenai konsumsi…waduh saya susah ngomongnya…lebih baik di pass aja deh…

Sekian dulu , terima kasih….( alex emdi ).

5 thoughts on “” Sertifikasi Guru Yang Mengesankan “

  1. Sertifikasi Untuk Guru Bermasalah ?

    Berdasarkan Keputusan Bersama Mendikbud dan Ka BAKN no. 0433/P/1993 dan no. 25/1993 dalam pasal 17 ayat 1a disebutkan”Guru dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 6 (enam) tahun sejak diangkat dalam jabatan terakhir tidak mengumpulkan angka kredit minimal yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat/jabatan”.
    Seorang guru yang secara peraturan terkena sanksi administrasi sebaiknya tidak diikutkan dalam sertifikasi. Juga tidak etis menerima uang rakyat dari sertifikasi karena dibebaskan sementara jabatannya sebagai guru. Dan jangan sampai pemerintah kecolongan dengan memberikan setifikasi bagi guru pemalas yang memiliki pangkat abadi atau tidak naik pangkat dalam jangka waktu yang lama.

    M. Faisol E; SMPN 1 Padang

  2. Terima kasih Bapak M.Faisol E….atas masukan atau informasinya kepada kita semua. Saya berharap tulisan Bapak dapat menjadi perhatian serius dalam melaksanakan sertifikasi ini secara Nasional. Semoga mata , hati dan pikiran para pemimp[in kita tidak buta akan permasalahan ini.
    Pada saat saya mengikuti sertifikasi saat itu, teman-teman tidak ada yang bermasalah. Semoga ke depannya seperti itu semua…Semoga…
    Pak Faisol..saya mohon ijin, tulisan Bapak saya angkat menjadi artikel di blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s