“ KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA ( 1 ) “


KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA ( 1 ) “

By :DR. Mulyono Abdurrahman

image034

Banyak orang yang memandang Matematika sebagai bidang studi yang paling sulit. Meskipun demikian, semua orang harus mempelajarinya karena merupakan sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Seperti halnya Bahasa, Membaca, Menulis, kesulitan belajar Matematika harus diatasi sedini mungkin. Kalu tidak , siswa akan menghadapi banyak masalah karena hamper semua bidang studi memerlukan Matematika yang sesusai.Kali ini secara khusus membahas hakekat Matematika, karakteristik berkesulitan belajar Matematika, berbagai kekeliruan umum yang dilakukan oleh anak berkesulitan belajar Matematika , asesmen ( penilaian ), dan pengajaran remedial Matematika.

Tujuan .

Ada lima tuuan utma yang ingin dicapai melalui pembahasan pada artikel ini , yaitu agar kita memahami :

  1. Hakikat Matematika.

  2. Karakteristik anak berkesulitan belajar Matematika

  3. Kekeliruan umu yang dilakukan oleh anak berkesulitan belajar Matematika

  4. Asesmen

  5. Pengajaran remedial Matematika.

1. Hakekakt Matematika.

Banyak orang yang mempertukarkan antara Matematika dengan Aritmatika atau Berhitung. Padahala, Matematika memiliki cakupan yang lebih luas daripada aritmatika. Aritmatika hanya merupakan bagian dari matematika. Dari berbagai bidang studi yang diajarkan di sekolah, Matematika merupakan bidang studi yang dianggap paling sulit oleh para siswa, baik yang tidak berkesulitan belajar dan lebih-lebih bagi siswa yang berkesulitan belajar.

Menurut Johnson dan Myklebust ( 1967 : 244 ) , Matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan –hubungan kuantitatif dan keruangan sedangkan fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berpikir. Lerner ( 1988 : 430 ) mengemukakan bahwa Matematika di samping sebagai bahasa simbolis juga merupakan bahasa universal yang memungkinkan manusia memikirkan , mencatat, dan mengkomunikasikan ide mengenai elemen dan kuantitas. Kline ( 1981 : 172 ) juga mengemukakan bahwa matematika merupakan bahasa simbolis dan cirri utamanya adalah penggunaan cara bernalar deduktif, tetapi juga tidak melupakan cara bernalar induktif.

Menurut Paling ( 1982 : 1 ) , ide manusia tentang Matematika berbeda-beda., tergantung pada pengalaman dan pengetahuan masing-masing . Ada yang mengatakan bahwa Matematika hanya perhitungan yang mencakup tambah, kurang, kali, dan bagi ;tetapi ada pula yang melibatkan topik-topik seperti Aljabar, Geometri, dan Trigonometri. Banyak pula yang beranggapan bahwa matematika mencakup segala sesuatu yang berkaitan denga berpikir logis selanjutnya , paling mengemukakan bahwa Matematika adalah suatu cara untuk mennemukan jawaban terhadapmasalah yang dihadapi manusia ; suatu cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran , menggunakan pengetahuan tentang menghitung, dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan .Berdasarkan jawaban atas tiapo masalah yang dihadapinya , manusia akan menggunakan :

  1. Informasi-informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi.

  2. Perngetahuan ttg bilangan ,bentuk, dan ukuiran.

  3. Kemampuan untuk menghitung

  4. Kemampuan untuk mengingat dan menggunakan hubungan-hubungan.

Dari berbagai pendapat tentang hakikat Matematika yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa defenisi tradisional yang menyatakan bahwa Matematika sebagai Ilmu tentang kuantitas atau ilmu tentang ukuran diskrit dabn berlanjut telah ditinggalkan. Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan menunjukkan bahwa secara kontemporer pandangan tentang hakekat Matematika lebih ditekankan pada metodenya daripada pokok persoalan Matematika itu sendiri.

Bidang studi Matematika yang diajarkan di SD mencakup tiga cabang, yaitu aritmatika, aljabar, dan geometri. Menurut Dali S.Naga ( 1980 : 1 ) , aritmatika atau berhitung adalah cabang Matematika yang berkenaan dengan sifat hubungan-hubungan bilangan-bulangan nyata dengan perhitungan mereka terutana menyangkut penjumlahan , pengurangan, perkalian, dan pembagian. Secara sigkat aritmatika atau berhitung adalah pengetahuan tentang bilangan.

Dalam perkembangan aritmatika selanjutnya , penggunaan bilangan sering diganti dengan abjad. Penggunaan abjad dalam aritmatika inilah yang kemudian disebut aljabar ( Dali S.Naga, 1980 : 2 ) . Aljabar ternyata tidak hanya menggunakan abjad sebagai lambang bilangan yang diketahui atau yang belum diketahui tetappi menggunakan lambang-labang lain seperti titik-titik ( contoh : 3 +… = 5, lebih dari ( > ), kurang dari ( < ) , an sebagainya. Berbeda dari aritmatika dan aljabar, geometri adalah cabang Matematika yang berkenaan dengan tiitk dan garis ( Aleks Maryunis : 1989 : 24 ). Titik adalah pernyataan tentang posisi yang tidak memiliki panjang dan lebar sedangkan garis hanya dapat diukur panjangnya,

Matematika merupakan bidang studi yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar Matematika . Cornelius ( 1982 : 38 ) mengemukakan lima alasan tentang perlunya belajar Matematika karena Matematika merupakan :

  1. sarana berpikir yang jelas dan logis,

  2. sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari,

  3. sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisai pengalaman,

  4. sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan

  5. sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya.

Cockroft ( 1982 : 1-5 ) mengemukakan bahwa Matematika perlu diajarkan kepada siswa :

  1. selalu digunakan dalam segi kehidupan

  2. semua bidang studi memerlukan ketrampilan Matematika yang sesuai

  3. merupakan sarana komunikasi yang kuat, singkat, dan jelas

  4. dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara

  5. meningkatkan kemampuan berpikir logis, ketelitian, dan kesadaran keruangan

  6. memberikan kepasan terhadap usaha memecahkan masalah yang menantang.

Berbagai alasan perlunya sekolah mengajarkan matematika kepada siswa pada hakikatnya dapat diringkaskan karena masalah kehidupan sehari-hari. Menurut Liebeck ( 1984 : 12 ) ada dua macam hasil belajar Matematika yang harus dikuasai oleh siswa, perhitungan matematis ( Mathematics calculation ) dan penalaran maatematis . Bardasarkan hasil belajar Matematika semacam itu maka Lerner ( 1988 : 430 ) mengemukakan bahwa kurikulum bidang studi Matematika hendaknya mencakup tiga elemen :

  1. konsep

  2. ketrampilan

  3. pemecahan masalah.

Bersambung……( to be continou )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s