” Menjadi Guru yang Baik Atau Ideal ? “


Menurut Kauncategorized-butetmus Umum Besar Indonesia ( KUBI ) arti baik adalah elok, patut, teratur, ( apik, rapi, tidak ada celanya )… dan seterusnya.

Menurut KUBI arti ideal adalah sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki.

Pada saat saya baru menyelesaikan kuliah di IKIP Negeri Medan ( 24 tahun ), saya langsung mengajar di salah satu SMP Katolik di kota saya yakni kota Kisaran. Wah…..rasanya anak muda beneran…hmmm..banyak siswi yang cari perhatian…narsis bangat ya….

Picture by : http://stania.blog.friendster.com/files/uncategorized-butet.jpg


Ya …saat hari perdana mengajar di depan kelas, persiapannya membuat saya agak panik juga. Kenapa ? Saya harus mempersiapkan Satuan Pelajaran ( sekarang namanya RPP ) untuk materi yang saya akan ajarkan ke pada siswa Kelas 1, 2, dan 3 SMP tersebut. Sebagai guru baru , saya mencoba menerapkan apa yang didapat saat kuliah. Memang terbayang…betapa ruwetnya untuk melaksanakan semua itu. Terbayang juga apakah seperti ini seterusnya.

Demikian sepenggal kisah saya , pada saat hendak mengajar di kelas. Ternyata…hal-hal yang begitu ruwet menurut pemikiran saya di awal, semua dapat dilaksanakan dengan kemauan, kerja keras dan kedisiplinan. Menurut pengalaman saya bila kreativitas , dedikasi, perencanaan, tujuan, sasaran, targert yang akan dicapai jelas, maka proses belajar berjalan sesuai harapan kita. Bila hal ini dilakukan berulang-ulang, tanpa sadar itu akan menjadi habit kita sendiri. Menurut saya inilah yang dikatakan “ Guru Yang Baik “. Dengan kata lain, bila di awal ketika kita menjadi seorang guru, tidak punya pandangan atau sikap seperti itu, guru tersebut pantas dipertanyakan kelangsungannya.

Dalam kenyataannya guru-guru seperti yang diungkapkan di atas ( habit yang kuang baik ) , walaupun ditatar, diikutkan workshop , pelatihan-pelatihan, paradigmanya sulit berubah ( beberapa ada juga yang berubah ), karena dari awal ia menjadi guru sudah salah bentuk, ditambah lagi profesi gurunya hanya sebagai pelarian saja.

Kembali kepada topic tulisan ini, kita harus optimis guru ideal tersebut dapat kita peroleh di tanah air Indonesia kita ini. Hal yang penting harus kita sadari bersama adalah untuk menjadi guru yang ideal tersebut , sebagai tahap awalnya adalah menajdi guru yang baik terlebih dahulu. Tentu untuk menciptakan guru yang ideal tersebut, semua pihak harus dengan rela mendukung penuh. Jangan sampai terjadi guru punya obsesi,  menjadi gru yang ideal  sementara di sisi lain ia masih berpikir : Apa yang akan aku ( Keluarga ) makan besok ? Ini miris sekali tentunya.

Jelasnya pasti anda setuju kita semua mau menjadi “ Guru yang Ideal . “

Semoga………..Amin.

( Villa Mutiara SalaBenda Bogor , 28 Des 2008, 16.36 WIB )

8 thoughts on “” Menjadi Guru yang Baik Atau Ideal ? “

  1. Nasib anak bangsa..kami titip padamu Guru!😀

    semoga dihasilkan anak didik yang benar-benar memiliki kwalitas dan kwantitas, baik sikap dan kepintaran. Guru dan anak sekolah/didik, memegang peranan penting disini, supaya terciptanya tunas bangsa yang berbibit unggul.

    Semoga nasib dan kesejahteraan guru, diperhatikan pemerintah, sehingg guru tak usah memikirkan tentang kesulitan ekonomi, tapi benar-benar menaruh semu kekuatan dan semangatnya didunia pendidikan! D

    Tetap semangat dan teruslah jadi guru yang terbaik!

  2. Terima kasih dukungannya Aling…..Semoga masyarakat kita semakin banyak paham akan itu, sehingga semua kegiatan pendidikan mendapat dukungan penuh, bukan saling menyalahkan tetapi saling bahu membahu . Sehingga para Guru berani berkreatifitas dalam tugas dan karyanya. Semoga semakin banyak Butet Manurung yang muncul hari ini, besok , dan seterusnya….Trims Aling.

  3. Adik…paling tidak hidup kita punya harapan. Itulah yang membuat hidup kita bergairah ( Arti yang positip lo…..). Jadi tidak apa-apa kita punya idealis…OKe….!!!!!!

  4. guru dikatakan ideal apabila dia sdh melakukan sesuai dg prosedur dan jg mempunyai rasa empati dg lingkungan sekitarnya,terutama pada anak didik,rejeki tdk hanya di dunia tetapi di akhiratlah balasannya itu semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s