” Mengatasi Anak Mudah Lupa “


lupaPertanyaan:

Saya seorang guru di SMP swasta di Bojonegoro. Saat ini sedang mengalami masalah mengenai siswa yang sangat pelupa. Setiap apa yang saya ajarkan, begitu ditanyakan kembali, dia sudah lupa. Kadang-kadang saat menghadapi, saya sempat jengkel dan putus asa.

Memang, bila saya amati, anak tersebut sering tidak berkonsentrasi, seolah-olah ada masalah yang sedang dialami. Menurut pengasuh, apa yang harus saya lakukan agar sifat pelupa anak tersebut bisa diatasi?

Rina, Bojonegoro

Jawaban Drs Martadi MSn :

Ibu Rina yang baik, pengasuh memahami suasana batin ibu melihat anak didiknya begitu sulit mengingat apa yang Ibu ajarkan. Namun, sebagai pendidik, menghadapi masalah apa pun, kita harus tetap sabar dan tidak boleh putus asa. Yakinlah, semua masalah bisa dipecahkan.


Perlu Ibu ketahui, pada hakikatnya, seorang anak bisa mengingat sesuatu yang didengar, dirasa, dan dilihat. Sebab, di dalam tubuhnya terdapat bermiliar-miliar sel otak. Proses terjadinya ingatan itu dimulai sejak otak menangkap rangsangan dari lingkungannya. Kemudian, diterima, disimpan, dan diingat kembali.

Jadi, proses mengingat meliputi tiga tahap. Yakni, belajar (learning), menyimpan dalam ingatan (retention), dan memangil kembali (recall).

Secara umum, perbaikan memori otak anak dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, melatih otak anak (brain training). Kedua, meningkatkan kemampuan perhatian dan konsentrasi anak. Itu semua bisa dilakukan dalam bentuk mendorong anak untuk rajin membaca, mempelajari situasi di mana anak berada, dan latihan secara teratur serta sistematis.

Lupa juga berkaitan dengan emosi. Kalau ada sesuatu kejadian yang mampu melibatkan emosi seseorang, ingatan tersebut akan lama tersimpan. Karena itu, perlu Ibu upayakan dalam mengajar suatu topik tertentu selalu dikaitkan kondisi riil di lingkungan sekitar (kontekstual). Dengan begitu, pembelajaran akan lebih berkesan dan bermakna (meaningful learning).

Contohnya, saat mengajarkan topik cuaca pada kelas VII semester I, anak-anak bisa diajak mengunjungi lembaga meteorologi untuk melihat dan menanyakan kepada petugas meteorologi tentang proses terjadinya cuaca. Pengalaman tersebut akan menimbulkan kesan menyenangkan. Dengan demikian, pengetahuan akan lama tersimpan di memori anak dibanding hanya diajarkan lewat ceramah di depan kelas.

Hal-hal berikut merupakan cara yang bisa Ibu lakukan untuk melatih anak tidak mudah lupa:

Salah satu bentuk latihan untuk mengatasi anak mudah lupa adalah menggunakan singkatan. Misalnya, kita ambil kata LUPA. L untuk Latihan, U untuk Ulangan, P untuk Perhatian, dan A untuk Asosiasi. Kita bisa melatih dan mengulang-ulang mengenai suatu hal. Kemudian, memberi lebih banyak perhatian pada suatu hal.

Cara kedua mengunakan asosiasi. Misalnya, untuk mengingat huruf A, A is Amber the Angry Ant at the Animal Park. Pertama-tama kita ulang nama huruf itu, sehingga terekam di otak. Lalu minta anak mengasosiasikan dengan mengingat nama seseorang yang diawali huruf A, sifatnya, kemiripannya, bertemunya di mana?

Usahakan dalam melatih kemampuan mengingat kepada anak hendaknya jangan dipaksakan agar tidak muncul penolakan karena emosi negatif. Libatkan emosi senang, sehingga anak memiliki kesan mendalam yang sulit dilupakan otaknya. Akhirnya, tanpa disuruh pun anak akan senantiasa berlatih, mengulang, memberi perhatian dan berasosiasi sendiri tentang materi yang kita ajarkan. Selamat mencoba. (*/hud)


Sumber:
Jawa Pos, 6 Januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s