” Dana BOS Naik, Siswa SD dan SMP Negeri Gratis “


Dana BOS Naik, Siswa SD dan SMP Negeri Gratis
16 Jan 2009 | Komentar : 0
SURABAYA – Bukan hanbambang_sudibyoya kucuran dana bantuan operasional pendidikan daerah (bopda) dari APBD yang tahun ini naik. Bantuan operasional sekolah (BOS) dari APBN juga bertambah besar. Konsekuensi kenaikan dana BOS itu, tidak ada pungutan untuk siswa SD dan SMP negeri.”Ya, kami baru mendapatkan informasi. Jadi, kami baru akan melaksanakan sosialisasi kenaikan BOS itu kepada sekolah-sekolah. Setidaknya, sosialisasi tersebut kami lakukan sebelum dana itu cair,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya Sahudi kemarin (15/1).Kenaikan dana BOS tersebut diberitahukan kepada setiap dinas melalui surat edaran bernomor 186/MPN/KU/2008. Poin pertama menyebutkan bahwa dana BOS termasuk digunakan untuk pembelian buku teks siswa. Sedangkan poin kedua menyatakan bahwa semua sekolah negeri tingkat SD dan SMP harus membebaskan siswanya dari biaya operasional. Pengecualian hanya terdapat pada sekolah RSBI dan SBI.

Picture By :  http://djunaedird.files.wordpress.com/2008/04/bambang_sudibyo.jpg

Mulai tahun ini, dana BOS untuk jenjang SD yang semula Rp 21.500 per siswa setiap bulan bertambah menjadi Rp 400 ribu per tahun untuk sekolah di kota. Hitungan lain, dialokasikan Rp 33.300 per bulan untuk setiap siswa. Sedangkan siswa di wilayah kabupaten mendapatkan Rp 397 ribu per tahun atau Rp 33.080 per bulan.

Sementara itu, dana BOS jenjang SMP yang sebelumnya Rp 29.500 tahun ini menjadi Rp 575 ribu per siswa untuk setiap tahun atau Rp 47.900 per bulan untuk sekolah di kota. Sedangkan setiap siswa SMPN di wilayah kabupaten mendapatkan Rp 570 ribu per tahun. “Jadi, jatah anggaran di kota seperti Surabaya lebih besar daripada kabupaten,” tutur Sahudi.

Dengan kenaikan dana BOS itu, khusus Surabaya, subsidi untuk setiap siswa SD mencapai Rp 61.800 (BOS Rp 33.300 + bopda Rp 28.500) per bulan. Sedangkan besar subsidi untuk setiap siswa SMP menjadi Rp 118.400 (BOS Rp 47.900 + bopda Rp 70.500).

“Dengan dana sebesar itu, sekolah-sekolah diharapkan bisa mengunakan dengan baik dan tidak menerapkan pungutan yang tidak perlu lagi. Sebab, semua dana telah dipenuhi pemerintah pusat dan pemkot,” tegasnya.

Kenaikan dana BOS itu juga berlaku untuk sekolah-sekolah swasta. Namun, khusus sekolah swasta tingkat SD dan SMP, dana tersebut ditiadakan. Karena itu, mereka masih boleh menarik dana investasi. “Untuk membayar guru yayasan dan perbaikan fisik sekolah, kan juga dibutuhkan biaya,” papar Sahudi.

Namun, khusus siswa miskin, biaya investasi di sekolah swasta itu harus digratiskan. Siswa miskin tidak boleh dibebani dengan biaya operasional, investasi, maupun pungutan-pungutan dari sekolah. Siswa yang mampu pun tidak boleh dibebani pungutan-pungutan berlebihan.

“Untuk mendapatkan keringanan, siswa tidak mampu cukup menunjukkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) atau kartu gakin,” ucap mantan kepala SMAN 15 itu.

Jika hal tersebut tidak memungkinkan, siswa tidak mampu bisa meminta surat keterangan tidak mampu dari RT, RW, dan kelurahan. Jika siswa telah membawa SKTM tapi sekolah swasta asalnya tetap membebankan pungutan yang besar, sekolah yang bersangkutan bisa ditindak. “Hal-hal seperti itu kan menyalahi aturan. Jadi, kalau sampai ada, ya harus ditindak,” tegasnya. (sha/hud)


Sumber:
Jawa Pos, 16 Januari 2009

One thought on “” Dana BOS Naik, Siswa SD dan SMP Negeri Gratis “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s