” Mengatasi Anak yang Kurang Mampu Berkomunikasi “


Mengatasi Anak yang Kurang Mampu Berkomunikasi
20 Jan 2009 | Komentar : 1
Pertanyaan:
Saya guru SMP yang
speak-up memiliki banyak siswa kurang komunikatif. Bila diminta untuk menyampaikan pendapat, mereka sering menolak. Apalagi diminta untuk mempresentasikannya di depan kelas. Apa cara yang harus saya lakukan untuk memotivasi siswa agar komunikatif?
Leny Yuniarsih SPd, Surabaya

Jawaban Prof Dr Moedjiarto MSc

Ada beberapa penyebab anak kurang komunikatif. Antara lain, memiliki sifat pemalu, rasa sombong,
terlalu banyak pertimbangan mengenai apa yang dikatakan, takut mendapat reaksi negatif dari rekan-reknnya, takut terlihat bodoh, menjaga agar pikiran-pikiran benci tetap terpendam, atau punya bakat menjadi pendengar yang baik tetapi gagal menunjukkan tanggapan.

Picture By :   http://tempe.files.wordpress.com/2007/10/speak-up.jpgSalah satu cara memotivasi anak agar berani berkomunikasi ialah memberikan peran aktif kepada anak. Misalnya, membacakan pengumuman sekolah, pembagian kelompok diskusi, dan bacaan-bacaan lainnya. Selain itu, berikanlah kesempatan bagi masing-masing siswa untuk menyampaikan satu pertanyaan atau pendapat terhadap pelajaran yang diberikan guru. Sekali mereka berani berkomunikasi, umumnya keberaniannya takkan terbendung lagi.

Dalam kegiatan diskusi kelompok, berikan peran sebagai pemimpin kelompok dengan bimbingan guru. Tentu awalnya malu-malu, tetapi kemudian akan termotivasi untuk aktif. Guru jangan mengambil alih perannya sebagai pemimpin kelompok, tetapi berperan sebagai penasihat. Tanyakan tentang pelajaran yang baru diajarkan guru, kemudian siswa yang perlu dibantu diminta mengulangi pertanyaan guru kepada teman-teman sekelas.

Jika siswa tetap ragu, sampaikan kepadanya bahwa dia berhak untuk menyampaikan pendapat dan rasa keberatan. Guru harus menawarkan dukungan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk berbicara di dalam kelas. Seorang siswa yang sulit bersosialisasi perlu diberi peran yang memerlukan partisipasi, tetapi berisiko rendah. Misalnya, dimulai dengan bekerja sama dengan seorang siswa lain yang kepribadian dan temperamennya cocok dengannya.

Jangan dipasang dengan siswa lain yang kurang sabaran dan ingin bekerja serbasempurna. Berikanlah tugas yang harus dikerjakan bersama dan memerlukan waktu singkat saja. Tugas pertama itu harus mempunyai tingkat stres yang rendah, bahkan hanya kelihatan seperti belajar biasa (tidak istimewa). Intinya, siswa pemalu bisa merasa nyaman serta mau berinteraksi dan berkomunikasi dengan mitra belajarnya. Bersosialisasi berarti berada di dalam tim para siswa. Ada yang berpendapat, bekerja dan belajar dalam tim ibarat orang belajar dansa, semakin sering latihan semakin berani dan pandai membaca perilaku teman-temannya. (*/oki)


Sumber:
Jawa Pos, 18 Januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s