” Guru di Indonesia Kebanyakan “


teacherJAKARTA–MI: Menurut Direktur Profesi Pendidik Departemen Pendidikan Nasional, Achmad Dasuki, di Jakarta, Kamis (29/10), jumlah guru yang ada saat ini sudah lebih dari cukup.”Rasio guru dan siswa SMP saja saat ini sudah 1:15. Ini lebih besar dari rasio guru dan siswa di Jepang dan Korea yang hanya 1:20. Kalau ke-580 ribu guru honorer itu diangkat, rasionya bisa menjadi 1:10,” katanya.

Di samping itu, kata dia, kemampuan finansial pemerintah juga terbatas, sehingga tidak mungkin mengangkat seluruh guru honorer menjadi PNS. Guru-guru honorer yang akan diangkat menjadi PNS hanya yang memenuhi kualifikasi termasuk di antaranya yang berpendidikan S1 dan telah mengikuti pendidikan profesi minimal selama satu tahun.

Lebih lanjut dia menjelaskan, selain mengangkat lebih banyak guru, pemerintah juga akan berupaya memeratakan sebaran guru. Pemerintah sekarang sedang menyiapkan regulasi untuk mengatur sebaran guru. Meski jumlahnya terhitung cukup, hingga kini sebaran guru belum merata di seluruh daerah. Sebagian besar guru terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Sementara, sekolah-sekolah di daerah terpencil dan kawasan pedalaman masih kekurangan guru.

“Nanti akan diatur supaya sebarannya merata,” katanya. Saat ini, pemerintah belum bisa berbuat banyak karena kewenangan untuk menempatkan guru berada di tangan pemerintah daerah. Pemerintah pusat belum mempunyai payung hukum untuk terlibat dalam pengaturan distribusi guru. (Ant/OL-04)


Media Indonesia, 29 Oktober 2009
Advertisements

4 thoughts on “” Guru di Indonesia Kebanyakan “

  1. Para pemerhati dan pejabat pendidikan di Indonesia, kayaknya mengira Indonesia ini Jawa atau Jakarta, padahal begitu tertinggalnya mereka yang di daerah timur Indonesia tak terasa pada ucapan dan cara pandang mereka…
    Gimana yah..
    Salam

  2. pernahkah mereka membayangkan kalau seorang guru merangkap kepala sekolah dan dialah guru satu-satunya…. setiap hari sekolah harus mendatangi dulu anak murid yang tinggalnya jauh dari sekolah dan harus jalan kaki mendaki gunung… satu persatu murid diajak, dibujuk untuk mau masuk bersekolah… murid2 itu sibuk bekerja keras membantu orang tua di ladang dan sawah…pekerjaan yang berat buat umur mereka… tetapi tak pernah melihat apa yang diperoleh dengan bersekolah… tiada arti bagi mereka pakaian seragam atau baju bersih dan sepatu… maka kendati mereka disebut sudah SMP…banyak yang tak bisa membaca.
    Mau kemana kita ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s