” 40.000 Guru Siap Dikirim ke Daerah Terpencil “


 

Kementerian Pendidikan Nasional menyiapkan sekitar 40.000 guru untuk ditempatkan di daerah terpencil di semua wilayah di Indonesia.

Demikian dikatakan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal seusai membuka International Conference on Teacher Education di Kampus UPI Bandung, Selasa (6/4/2010). Fasli mengatakan, pemerintah menawarkan solusi permasalahan kekurangan guru di daerah terpencil dengan pola penempatan bergilir atau rotasi bagi guru-guru yang usulannya berasal dari pemerintah daerah setempat.

“Kejelasan rotasi itu yang paling penting dalam hal kekurangan guru di tempat terpencil,” ujarnya.

Dia menambahkan, persoalan kekurangan guru, terutama di daerah perbatasan, daerah terpencil, dan pulau terluar, telah menjadi masalah sejak kewenangan penempatan guru masih ditangani oleh pusat hingga kini menjadi otonomi daerah.

 

Continue reading

” Tugas Pokok Kepala Sekolah “



Tugas pokok Kepala Sekolah ini diuraikan dalam dua bagian besar yaitu  1) Prosedur Standar Operasi  ( Standard Operation Procedure ) Tugas Kepala Sekolah.  2) Proses dan Pendekatan Interpersonal  dalam Menjalankan Tugas Sebagai Kepala Sekolah.

I.  Prosedur Standar Operasi (Standard Operation Procedure ) Kepala Sekolah .

Kepala Sekolah sebagai pimpina tertingi di dalam suatu sekolah mempunyai tugas yang kompleks dan dan sangat menentukan maju mundurnya suatu sekolah.  Tugas Kepala Sekolah yang kompleks tersebut,  tidak dapat dirumuskan seluruhnya kedalam suatu prosedur tugas  Kepala Sekolah.  Meski pun demikian, standar minimal prosedur tugas Kepala Sekolah dapat digolongkan menjadi tujuh pokok sebagai berikut:

  1. Kepala Sekolah Sebagai Pendidik (Edukator).
  2. Kepala Sekolah Sebagai Manajer.
  3. Kepala Sekolah Sebagai Administrator.
  4. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor (Penyelia).
  5. Kepala Sekolah Sebagai Leader (Pemimpin).
  6. Kepala Sekolah Sebagai  Inovator.
  7. Kepala Sekolah sebagai Motivator.

Baca selanjutnya……………..

” Kata Siapa Kalau Sekolah = Lembaga Pendidikan Ya?? “


Sumber :    http://edukasi.kompasiana.com/2010/01/23/kata-siapa-kalau-sekolahlembaga-pendidikan-ya/

Kehidupan yang semakin kompleks pada akhirnya menuntun kepada profesionalitas, ini juga yang harus di perhatikan setiap lembaga pendidikan di negeri ini, kemudian menjadi pertanyaan besar: profesionalisme seperti apa yang diharapkan masyarakat dengan adanya suatu lembaga pendidikan?

Pertanyaan ini agaknya terjawab dengan menilik kembali apa makna pendidikan itu sendiri, dengan pemahaman yang baik akan pengertian pendidikan, kita menjadi tahu bagaimana pentingnya pendidikan bagi kita semua. Pendidikan dalam bahasa inggrisnya disebut juga dengan education, kata education tersebut aselinya berasal dari bahasa latin yaitu: educare dan educere.Apa bedanya?

Educare dalam bahasa Latin memiliki konotasi melatih, menjinakkan dana menyuburkan singkatnya akan menuju pada pengertian bahwa pendidikan adalah PROSES menumbuhkan, mengembangkan, mendewasakan, membuat sesuatu , dari sebelumnya liar (bukan orang utan) atauJmenjadi “jinak,  acapkali diartikan suatu proses menciptakan kultur baru. Boleh juga kalau sampeyan mengartikannya sebagai prose mengeluarkan potensi yang dimiliki setiap manusia, baik itu potensi olahrasa, olahraga, olahkarsa dan olah-olahan lain.

Continue reading

” Kampung English di Desa Temulus : Bravo! Bravo! Bravo! “


Pendidikan Luar Sekolah:
Kampung English di Desa Temulus

Warga, terutama kalangan remaja usia SMP, di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, fasih berbahasa Inggris. Meski baru belajar sekitar tiga bulan di English for Beginner (EFB), tetapi mereka sudah mampu berbahasa dan berpidato dengan bahasa Inggris.

Sungguh sangat senang. Apalagi jika mengingat kami adalah bagian dari warga desa yang dalam banyak hal jauh tertinggal dengan warga kota, tutur Handayani dan Asmiyar, siswa kelas II SMP Negeri Mejobo, pada acara pembukaan Kampung English (KE), di Balai Desa Temulus, Sabtu (4/4).

Menurut pimpinan EFB, Muslimin, metode belajar dan mengajar mengadopsi dari Pare, Kediri (Jawa Timur). Kami tidak menyediakan alat bantu teknologi, misalnya komputer, apalagi laboratorium bahasa. Hanya perpustakaan kecil-kecilan, ruang belajar yang masih bersifat darurat, empat tenaga pengajar, dan tanpa dipungut bayaran. Ke depan kami ingin membangun Kudus bagian timur sebagai english village dan basis intelektual di tingkat desa, katanya.

Continue reading

” Wah… Penghasilan Guru PNS Paling Tinggi ”


Penghasilan guru lebih tinggi dibandingkan penghasilan yang diterima pegawai negeri sipil atau PNS lainnya. Itu terjadi karena hanya guru yang mendapatkan tunjangan kependidikan sebagai tambahan pada komponen penghasilannya.

Informasi tersebut terungkap dalam Buku Saku APBN dan Indikator Ekonomi yang diterbitkan Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan. Buku tersebut diterima Kompas di Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Tunjangan kependidikan untuk guru bergolongan II/a dengan masa kerja 10 tahun ditetapkan senilai Rp 286.000 per bulan. Oleh karenanya, jika ditambahkan dengan komponen penghasilan lainnya, maka penghasilan bersih seorang guru golongan II/a dan belum kawin akan mencapai Rp 2.489.635 per bulan.

Adapun penghasilan bersih untuk guru bergolongan tertinggi atau golongan IV/e dengan masa kerja 32 tahun dan belum kawin mencapai Rp 4.631.300 per bulan. Ini lebih tinggi dibandingkan penghasilan bersih PNS non -guru pada golongan yang sama mencapai Rp 4.244.415 per bulan.

Perbedaan itu terjadi karena guru golongan IV/e mendapatkan tunjangan kependidikan senilai Rp 389.000 per bulan. Tunjangan kependidikan ini tidak diberikan kepada PNS non-guru.

Bedanya, tunjangan beras seorang guru lebih kecil dibandingkan PNS lain. Guru dengan golongan II/a hingga IV/e menerima tunjangan beras senilai Rp 42.300 per bulan, adapun PNS dengan golongan sama menerima tunjangan beras sebesar Rp 44.415 per bulan. Ini artinya, tunjangan beras guru belum dinaikkan pada tahun 2010, karena masih menggunakan standar lama.


Kompas.com, 14 Januari 2010