” Kampung English di Desa Temulus : Bravo! Bravo! Bravo! “


Pendidikan Luar Sekolah:
Kampung English di Desa Temulus

Warga, terutama kalangan remaja usia SMP, di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, fasih berbahasa Inggris. Meski baru belajar sekitar tiga bulan di English for Beginner (EFB), tetapi mereka sudah mampu berbahasa dan berpidato dengan bahasa Inggris.

Sungguh sangat senang. Apalagi jika mengingat kami adalah bagian dari warga desa yang dalam banyak hal jauh tertinggal dengan warga kota, tutur Handayani dan Asmiyar, siswa kelas II SMP Negeri Mejobo, pada acara pembukaan Kampung English (KE), di Balai Desa Temulus, Sabtu (4/4).

Menurut pimpinan EFB, Muslimin, metode belajar dan mengajar mengadopsi dari Pare, Kediri (Jawa Timur). Kami tidak menyediakan alat bantu teknologi, misalnya komputer, apalagi laboratorium bahasa. Hanya perpustakaan kecil-kecilan, ruang belajar yang masih bersifat darurat, empat tenaga pengajar, dan tanpa dipungut bayaran. Ke depan kami ingin membangun Kudus bagian timur sebagai english village dan basis intelektual di tingkat desa, katanya.

Continue reading

” Apa sih manfaatnya ikut kegiatan Ekstrakurikuler ….? “


all-star3Perlu diketahui bagi orang tua siswa bahwa pada saat anak Anda memasuki sekolah baru , apakah itu SD,SMP,atau SMA Anda perlu tahu ,paling tidak bertanya pada Kepala Sekolah atau Wakasek Kesiswaan : Apa saja kegiatan Ekstrakurikuler yang diseleggarakan oleh sekolah ..?

Sekarang banyak sekolah yang menyelenggarakan banyak kegiatan ekskul ( Ekstrakurikuler ), baik itu Sekolah Negeri ataupun Swasta karena sekarang Dana BOS dapat dialokasikan untuk mendanai kegiatan tersebut.

Continue reading

Jangan Memberi “Label” kepada Anak


Sumber : Kompas

Anak-anak, seperti dikemukakan Br PE-032-0772Bambang Nugroho     Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB)Pangudi Luhur, di Jakarta pekan lalu, tidak boleh diberi stempel apa pun. “Pemberian label seperti itu adalah pelanggaran terhadap hak anak,

” ujarnya.Bambang yang sejak tahun 1991 bekerja untuk anak-anak difabel, khususnya tunarungu ini, mengatakan, label-label tertentu pada anak sangat merugikan, meskipun anak itu tidak bisa mendengar, tidak bisa berbicara dengan suara, tidak bisa melihat dengan mata, memiliki cacat fisik atau mental, atau keduanya, juga bila anak bermasalah dengan kecerdasan dan tingkah lakunya. “Selain melanggar hak anak, pemberian label-label seperti itu juga melanggar etika,” sambung Bambang.

Baca selanjutnya…….!!!!

Pic. By:   http://thegands.files.wordpress.com/2008/07/bayi_18.jpg

” Buku Sekolah Elektronik SD, SMP SMA “


Departeman Pendidikan Nasional Indonesia telah menyediakan BSE  secara Gartis dengan cara mendownload . Prog ram ini adalah sebagai bukti keseriusan Pemerintah melalui DepDikNas untuk wajib beajar sembilan tahun ( Wajar 9 Tahun ).

Buku-buku teks pelajaran telah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan telah ditetapkan sebagai Buku Teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 34 Tahun 2008, dan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008.

Bapak Menteri Pendidikan Bambang Sudibiyo menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para penulis yang telah berdedikasi dalam perwujudan buku teks pelajaran sebagai sumber belajar yang sangat berguna bagi kepentingan peserta didik dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya untuk masa depan bangsa yang gemilang.


Continue reading